CERPEN LILY DAN PELANGI Karya Tulis : Yohanes wawin Cover : the little jungle Aku adalah seorang gadis desa kecil nan mungil, yang punya impian setinggi langit dan ingin mengarungi luasnya samudra hingga kutemukan jati diriku, dulu aku ingin menjadi seorang pemandu wisata, tapi karna aku terlahir dari keluarga yang cukup memperihatinkan, ayahku hanya seorang kuli panggul yang hanya diupah 20 ribu perharinya sedangkan ibuku hanya seorang ibu rumah tangga, aku tak pernah menceritakan semua impianku kepada mereka dan pada akhirnya aku memutuskan mengurung semua mimpi mimpi itu. Oh iya, nama ku Prisila Ananda, tapi teman temanku memanggilku dengan sebutan LILY entah dari mana mereka dapatkan nama itu, mungkin saja badan ku yang lebih kecil dari mereka, atau bahkan mungkin karna aku cantik dan mungil karna disamakan dengan nama bunga, ha.ha..ha.... dasar kepedean . ...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
DI SEBERANG SENJA
Dian Si Pengagum Hati
Penulis : Yohanes Wawin
Suasana café yang romantis, dibaluti dengan lukisan artistik dengan
ditambah kan tanaman hias di skitar sudut ruangan…
Cuma orang
yang nggak ngerti arti romantis, yang akan bilang itu biasa aja….
“ tuan,, malam ini aku ingin kopi untuk
menghangatkan sisa malam yang suram ini sebagai penghangat sepi”, “siap tuan
putri”..tidak bisa dipastikan, itu ejekan atau kata-kata untuk memanjakan
pelanggan, Cuma si pelayan café yang tau..,
Menikmati
secangkir kopi hangat yang disuguhkan si pelayan, tepat seperti apa yang aku
minta, ku diam sejenak memikirkan apa yang lantas akan terjadi pada hati ini.
Malam pun semakin larut jam
dinding menunjukan pukul 10.15 seakan telah membujukku untuk bergegas dari tempat romantis itu, tak lama kemudian si
pelayan datang menghampiri ku dengan paras dan senyum manis nya,,, oh si
pelayan ingin rasanya kutahu siapa namamu,,”maaf tuan putri, kedai café kami
harus tutup, tuan putri bisa datang lagi esok hari…” aku terdiam dan senyum
senyum sendiri sambil menatapnya, “maaf
tuan putri,,” “eee…iyaa..” aku langsung pergi dan meninggalkan tempat romantis
itu, sayang sekali aku tak sempat untuk tau nama dia, ku sebut saja dia “si pelayan
manis”
“hey….., kamu dian kan?” aku diam dan menggangukkan kepalaku seakan
membenarkan jawab tersebut.
“aku baggas si pelayan café, “
“kok kamu
tau namaku,,,?”
“ya aku
taulah Di, kamu slalu meninggalkan sepucuk surat di café tentang inspirasi yang
kamu dapat, dan didalam surat itu ada nama kamu FEDDYA DIAN, aku selalu membaca
surat suratmu itu lo,”
Mendengar
dia ngomong begitu, aku jadi malu, dan ingin cepat cepat lari dari hadapannya
dan ingin berkata, terima kasih Tuhan
engkau telah mengabulkannya dengan seseorang yang aku kagumi.
“DI…..hey….
kamu kenapa”
“enggak kok,
oh ya Gas aku pergi dulu”
Saat itu
akhir nya kutahu juga nama sipelayan manis itu, memang kalau dapat inspirasi
aku selalu meninggalkan sepucuk surat yang selalu aku tuliskan namaku dan
inspirasinya. Hari yang indah hari yang tanpa diduga akan indah terjadinya.
Hari hari berikutnya café
romantis itu jadi langgananku, tapi bukan ingin ku bertemu sipelayan manis,
namun disitulah setiap inspirasiku tertuang dengan secangkir kopi,,, haaa yang
pasti bohonglah, ingin sesekali aku mengamati simanis itu.
“hey Di… aku
bawakan secangkir kopi inspirasi kesukaanmu” tiap kali bertemu, dia selalu
menyapaku dengan sapaan itu, hey DI… itu sudah menjadi ciri khas nya
dia.
Si manis dari gua hantu,
hahaahahaa… ya enggak lah, hari hari berikutnya aku mulai mengenali Baggas si
pelayan putri secangkir kopi inspirasi, kalian pasti penasaran bagaimana bagas,
kalau aku jadi si pembaca ya pasti aku penasaran, dia pangeran dari gua hantu,
haha beda lagi nama nya, selalu ada hal yang membuatku ingin tertawa saat di
dekatnya, padahal kata orang, membuatku
tersenyum itu nggak mudah, tapi Baggas enggak begitu sulit membuatku tersenyum,
mungkin si pelayan itu adalah pangeran yang dikirm dari negeri Paman Sam untuk
putri secangkir kopi inspirasi, wah… udah makin tinggi aja ya halunya.
“suatu saat
nanti kedai ini akan menjadi cerita kamu di hari tua Di,”
Aku
tersenyum sambil menatapnya dengan tatapan manis ciri khasku “kok bisa..?”,
“dengan semua kalimat kalimat indahmu disini dimana inspirasi kamu mengalir ,
sehingga ruangan ini menjadi ruang inspirasi hidupmu”, baggas membuatku menjadi
semakin malu aja,, “Ah kamu Gas,”.
“oh di, besok aku ada acara
dibukit, kamu mau ikut nggak,..?” aku menerima ajakan si pelayan itu, karna aku
juga nggak sibuk, yaudahlah aku ikut kebukit.”pagi-pagi aku jemput kamu ya
di,.”
MASIH BERLANJUT.................
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan populer dari blog ini
DEAR PONTIANAK
hari ini, hari pertama gue ngampus, kupandangi setiap sudut kampus sembari berpikir, aku beruntung bisa kuliah diperguruan tinggi ini, hari pertama itu sangat sulit bagiku, karna dengan itu aku harus memulai lagi sebuah awal dari keterbiasaan, harus pura2 culun, pura2 nggak ngerti apa apa. Sedikit nerfes sih disini, kurang percaya diri gitu, karna banyak cewek2 cantik yang senantiasa lalu lalang didepan mata, ingin kenalan sih, cuman nggak pd aja, dengan penampilan sesederhana ini. Orang yang pertama gue ajak kenalan disini selalu cowok yang jadi nomor satu, dia adalah ADor dari kabupaten sanggau, namun sayang aku dengan nya beda kelas, dia kelas sore sedangkan aku kelas pagi, tapi nggak apa2 lah, disi masih banyak teman yang masih belum gue kenal. Dengan sigap aku masuk kelas untuk ikut pelajaran selanjutnya, ehh gue langsung di samparin seorang gadis, wats...
CERPEN LILY DAN PELANGI Karya Tulis : Yohanes wawin Cover : the little jungle Aku adalah seorang gadis desa kecil nan mungil, yang punya impian setinggi langit dan ingin mengarungi luasnya samudra hingga kutemukan jati diriku, dulu aku ingin menjadi seorang pemandu wisata, tapi karna aku terlahir dari keluarga yang cukup memperihatinkan, ayahku hanya seorang kuli panggul yang hanya diupah 20 ribu perharinya sedangkan ibuku hanya seorang ibu rumah tangga, aku tak pernah menceritakan semua impianku kepada mereka dan pada akhirnya aku memutuskan mengurung semua mimpi mimpi itu. Oh iya, nama ku Prisila Ananda, tapi teman temanku memanggilku dengan sebutan LILY entah dari mana mereka dapatkan nama itu, mungkin saja badan ku yang lebih kecil dari mereka, atau bahkan mungkin karna aku cantik dan mungil karna disamakan dengan nama bunga, ha.ha..ha.... dasar kepedean . ...

Komentar
Posting Komentar