CERPEN

LILY DAN PELANGI
Karya Tulis : Yohanes wawin
Cover : the little jungle

          Aku adalah seorang gadis desa kecil nan mungil, yang punya impian setinggi langit dan ingin mengarungi luasnya samudra hingga kutemukan jati diriku, dulu aku ingin menjadi seorang pemandu wisata, tapi karna aku terlahir dari keluarga yang cukup memperihatinkan, ayahku hanya seorang kuli panggul yang hanya diupah 20 ribu perharinya sedangkan ibuku hanya seorang ibu rumah tangga,  aku tak pernah menceritakan semua impianku kepada mereka dan pada akhirnya aku memutuskan mengurung semua mimpi mimpi itu. Oh iya, nama ku Prisila Ananda, tapi teman temanku memanggilku dengan sebutan LILY entah dari mana mereka dapatkan nama itu, mungkin saja badan ku yang lebih kecil dari mereka, atau bahkan mungkin karna aku cantik dan mungil karna disamakan dengan nama bunga, ha.ha..ha.... dasar kepedean.
          Suatu hari aku pergi bersama ayah ketempat yang belum pernah aku temui sebelumnya, tempat nya bukan di kota penuh dengan keramaian yang  biasa kalian jumpai, namun dipuncak bukit yang masih asri jauh dari polusi udara,   aku terpukau melihat disekelilingku ada banyak batuan yang berdiri tegak seakan menanti kedatanganku, tempat yang indah.
"ayah.. tempat ini indah sekali..."
“Lily...!!,”
“Iya ayah...!!”
“Disini adalah tempat yang paling sering ayah kunjungi waktu masih muda bersama ibumu... ketika hujan akan turun ayah langsung bergegas kesini membawa ibumu hanya ingin menyaksikan pelangi... ayah berjanji pada ibumu di hadapan pelangi yang indah, bahwa ayah tidak akan pernah meninggalkan ibu dalam keadaan apapun,”.
Sejenak ayah terdiam, dan aku menatap ayah dengan tatapan nanar,
“ayah...!!, ayah kenapa..?”,
Ayah membalas tatapanku dengan berkata,
“nak.... ayah tau kamu sedang bersedih, ayah tau kamu punya cita cita yang indah dan kamu harus menghapus semua mimpi dan cita cita mu hanya karna kita kurang mampu, kamu tau kenapa ayah dan ibu selalu menanti pelangi disini..?”.
“kenapa yah..?”,

“ pelangi itu indah dan cantik seperti kamu.. nak.. kamu tak akan lihat pelangi, jika tak mampu bertahan dalam hujan. kamu tak akan bisa merasakan indahnya, jika kamu tak  mampu melewatinya".
aku terdiam sembari menatap ayah. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DEAR PONTIANAK